Tuesday, December 16, 2008

Quotes Optimist

"While we may not be able to control all that happens to us, we can control what happens inside us"
Benjamin Franklin

"Optimists are right. So are Pessimists. It's up to you to choose which you will be."
Harvey Mackay





Read more "Quotes Optimist..."

Friday, December 12, 2008

Mau Visa card Gratis....!!??

Teman2 Pasti sering menggunakan searh engine atau mesin pencari untuk mencari website atau situs di internet seperti Google, yahoo search, dan lain sebaginya!

Pernah terbayangkan kalau ada search engine yang memberikan point setiap kita menggunakannya untuk searching di internet. dan poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan sebuah Visa card.

Caranya kita mendaftar dulu menjadi member hanya dengan mengisikan biodata seperti membuat friendster.

kita telah terdaftar menjadi member dan mendapatkan 250 POIN.

Selanjutnya setiap kali kita menggunakan searh engine ini untuk searching kita akan mendapatkan 1 POIN

kita juga bisa invite/mengajak teman untuk bergabung dan kita akan memperoloeh 25% dari searhing yang dilakukan teman kita. jadi kalau teman kita melakukan 100 searcing, poin kita akan bertambah 25 poin.Tanpa mengurangi poin teman tersebut.

Setelah mencapai 6500 POIN kita akan mendapatkan VISA CARD senilai $25. Mudah kan....

Ayo segera bergabung...
Saingan masih sedikit...
Kesempatan untuk MEMPEROLEH VISA CARD DALAM WAKTU SINGKAT akan sangat mudah terwujud...

gabung klik link ini : http://scour.com/invite/edhy_nst/ Read more "Mau Visa card Gratis....!!??..."

Friday, December 5, 2008

Kick Andy's Miracle

"Saya sedang dikejar deadline. Liputan harus segera rampung karena majalah segera naik cetak. Sementara saat itu saya masih “terdampar” di Pulau Biak, Papua, karena pesawat ke Serui selama seminggu fully booked. Saya panik. Saya lalu ingat Tuhan.

Kelihatannya cengeng. Tetapi saya tidak melihat ada jalan keluar selain memasrahkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Saya lalu bersimpuh dan berdoa. Saya memohon agar Tuhan menggunakan kuasa-Nya dengan menunjukkan keajaiban. Sebab kalau menggunakan akal manusia, saya tidak melihat ada jalan keluar. Sudah buntu.

Hari itu, akhir 1980, saya mendapat tugas liputan ke Serui. Hanya satu kali penerbangan setiap hari dari Biak ke Serui. Itupun menggunakan pesawat jenis Cessna 16 kursi. Tidak heran jika kursi selalu penuh. Lebih parah lagi, pada saat saya hendak ke Serui, kota itu sedang menyelenggarakan lomba Tilwatil Qur’an. Delegasi masing-masing daerah tumpah ruah di sana. Kursi pesawat penuh sampai seminggu kemudian.

Serui memang unik. Sebagian penduduknya berkulit putih dan berambut lurus. Sangat kontras dengan masyarakat papua yang umumnya berkulit hitam dan berambut keriting. Bagi pendatang yang baru pertama kali berkunjung ke Serui, tentu akan merasa aneh melihat ada “orang papua putih”. Sama seperti orang papua lainnya, mereka fasih berbahasa Serui. Kalaupun berbahasa Indonesia, logat papua mereka sangat kental.

Mereka yang berkulit putih ini dijuluki “Perancis” alias Peranakan Cina Serui. Dari sejarahnya, mereka memang keturunan Tionghoa. Nenek moyang mereka berasal dari daratan Cina. Para perantau ini sudah ada sejak jaman Belanda. Mereka umumnya berasal dari Tiongkok Selatan.

Para perantau merupakan pedagang yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka berlayar ke berbagai negara. Sebagian besar masuk melalui Laut Cina Selatan menuju Pulau Natuna. Dari sana mereka menyebar ke berbagai wilayah Nusantara. Para perantau yang masuk ke Serui umumnya para pedagang yang kalah bersaing di wilayah Makassar. Mereka lalu menyisir ke arah Maluku Selatan dan sebagian akhirnya sampai di Serui, di Pulau Yapen Waropen.

Pulau Yapen Waropen ternyata menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Selain jenis tumbuhan yang beraneka ragam, pulau ini banyak dihuni buaya dan burung Cendrawasih. Bersama penduduk setempat, para perantau itu lalu melakukan perburuan buaya dan Cendrawasih untuk dijual ke luar negeri melalui kapal-kapal Belanda yang singgah di sana. Kulit buaya asal Serui sangat diminati karena ukurannya yang besar dan teksturnya yang bagus.

Sebagian perantau kemudian memilih menetap dan menikah dengan perempuan lokal. Keturunan mereka inilah yang kemudian lahir berbeda dengan penduduk asli. Perpaduan darah Tiongkok dan Serui menghasilkan keturunan yang berkulit putih berambut lurus, berkulit putih berambut keriting atau berkulit sawo matang dan keriting. Unik memang.

Saya ke Serui untuk menulis cerita tentang anak-anak Perancis ini. Bagaimana awal mula nenek moyang mereka masuk ke pulau itu, termasuk keyakinan sebagian orang bahwa pada mulanya perkawinan antar perantau dan penduduk asli semata untuk kepentingan bisnis. Guna mendapatkan tenaga kerja murah, para perantau menikahi perempuan setempat. Pernikahan tersebut otomatis menjadikan sang perantau sebagai bagian dari suku di sana. Dengan status itu, dia dapat menggerakan para pemburu buaya atas nama sesama suku. Dengan begitu dia bisa mendapatkan tenaga kerja murah.

Cerita yang menarik untuk ditulis. Tapi, untuk mencapai Serui tidak mudah. Penerbangan waktu itu hanya satu kali sehari. Pilihan lain, naik perahu tradisional dengan motor tempel. Tapi itu akan memakan waktu hampir seharian di lautan. Sementara saya termasuk yang mudah mabok laut.

Dalam keadaan tertekan oleh tenggat waktu untuk menyetor laporan, malam sebelum tidur, saya bersimpuh di samping tempat tidur tempat saya menginap. Saya memohon agar dengan caranya Tuhan menunjukkan kepada saya “kekuasaan-Nya” agar saya bisa mendapatkan kursi di penerbangan hari itu.

Pagi hari, saya bergegas ke kantor maskapai penerbangan yang letaknya tepat di seberang losmen. Begitu kantor dibuka, saya berharap ada penumpang yang membatalkan penerbangan hari itu. Tapi, yang saya dapat berita buruk. Selain tidak ada penumpang yang membatalkan penerbangannya, daftar waiting list juga cukup panjang. Harapan untuk bisa terbang ke Serui hari itu kandas sudah.

Dengan perasaan galau saya kembali ke losmen. Pesawat akan berangkat dua jam lagi. Saya pasrah. Yang terpikir adalah melaporkan ke Jakarta saya gagal. Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba seorang tentara muncul di teras losmen depan kamar saya. Saya lupa pangkatnya. Tapi begitu bertemu saya, wajahnya tampak ceria. Dengan bersemangat dia memperkenalkan dirinya dan mengatakan selama ini dia mengagumi tulisan-tulisan saya.

Lalu bagaimana dia tahu saya menginap di losmen ini? Ternyata pagi itu, sesudah saya meninggalkan kantor maskapai penerbangan, terjadi “kekacauan”. Sejumlah calon penumpang yang panik karena tidak mendapatkan kursi penerbangan hari itu, memaksa untuk bisa naik pesawat. Umumnya mereka delegasi Tilwatil Qur’an yang ingin menghadiri acara pembukaan malam itu.

Petugas maskapai penerbangan mencoba menjelaskan bahwa kursi sudah penuh. Jangankan delegasi, pejabat saja dia tolak karena memang tidak ada kursi. Bahkan seorang wartawan dari Jakarta juga dia tolak. Petugas itu menyebut nama saya. Nah, pada saat itu tentara tersebut, yang berada di sana, terkejut. Dia meminta info keberadaan saya. Petugas maskapai lalu menunjuk losmen saya. Sebelumnya saya memang titip pesan jika ada kursi kosong, tolong diberi tahu. Saya menginap di losmen depan.

Setelah bercerita tentang beberapa tulisan saya, termasuk tulisan pengalaman saya berlayar dengan kapal Dewa Ruci mengarungi Laut Cina Selatan, sang tentara lalu menyerahkan tiketnya kepada saya. “Mas Andy pasti lebih membutuhkan tiket ini,” ujarnya. Dia lalu pergi setelah bersikeras menolak uang pengganti tiket.

Saya tercenung. Tidak percaya atas apa yang baru saja saya alami. Betapa cepatnya Tuhan menjawab doa saya. Ketika otak manusia tidak bisa memecahkan masalah, ketika semua cara menemui jalan buntu, hanya Dia yang mampu memberi jalan keluar. Bahkan dengan jalan yang tidak pernah kita duga sekalipun."


Source

Read more "Kick Andy's Miracle..."

Friday, November 28, 2008

The Most Beautiful Thing

The most beautiful thing is to see a person smiling…

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: 'I am blind, please help.' There were only a few coins in the hat.


For Latest And Cool Stuff Visit (Www.xcitefun.net)



A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, 'Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?'


For Latest And Cool Stuff Visit  (Www.xcitefun.net)




The man said, 'I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.'
What he had written was: 'Today is a beautiful day and I cannot see it.'

Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?

Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?


For Latest And Cool Stuff Visit (Www.xcitefun.net)



Moral of the Story:

Be thankful for what you have.

Be creative. Be innovative. Think differently and positively.

Invite others towards good with wisdom. Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.


'Life has to be an incessant process of repair and reconstruction, of discarding evil and developing goodness…. In the journey of life, if you want to travel without fear, you must have the ticket of a good conscience.'


The most beautiful thing is to see a person smiling…

And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it !

Source




Read more "The Most Beautiful Thing..."

Top 3 Success Mindset

Everything starts from your mind. It is your belief system and your mindset that will shape your life today. If you are living a mediocre life today, it is because of the poor decision that you made in your life. And the decision you made is because of your mindset and your beliefs.

Therefore, if you want to achieve great success today, you have to start from your mind. Learn and model the mindset of successful people, and you will achieve the same amazing results just like them.

1. Every successful people are responsible. No matter what happened, successful people seem to have all the responsible for it. They will never blame the economy or someone for making their business down. Instead, they will take the responsibility by saying that it is their fault, and they have to come up with some ways to get it better. Successful people know that if you blame on others or you put responsibility on others, you will lose the power to control the situation.

2. Every successful people are committed to what they do. Success will not come automatically; it is not going to fall from the sky. You have to be committed and put on 100% commitment to achieve the things that you wanted the most in your life. A lot of people are just plainly dream about success, they hope to success, they wish to success but they never committed to success. The moment you are determined and put in 100% commitment, you will do whatever it takes to achieve what you want.

3. Every successful people have the courage to make the decision to success in their life. You know, success require courage. If there is an opportunity lies in front of you, it requires your courage to take that opportunity. This is especially true in financial success. Before you decide to start a business, you need to take the courage and to say yes to start your business. Therefore, I hope you have all the faith and courage to do what you suppose to do in order to be successful.

By following through all these top mindset of successful people, I believe that you will be able to achieve much more in your life.

Source Read more "Top 3 Success Mindset..."

Thursday, November 27, 2008

Sikuai Island, West Sumatera








These are some pics when I visited Sikuai Island on Monday, 24 November 2008!!>>>>>>> Read more "Sikuai Island, West Sumatera..."

Monday, November 24, 2008

Ingin berhenti merokok?!?..Puisi Tuhan 9 cm karya Taufik Ismail Patut jadi Renungan

Saya sengaja memposting puisi karya Taufik Ismail ini ke blog saya. Semoga rekan-rekan yang perokok mendapat kekuatan untuk segera bisa berhenti merokok...
Aminnn....


Tuhan 9 cm

Oleh : Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-

perwira
nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi
perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan
cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta
diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di
dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa
ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang
goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning
dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang
sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul
khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi
itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai
terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu
lintas,

lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan
api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Read more "Ingin berhenti merokok?!?..Puisi Tuhan 9 cm karya Taufik Ismail Patut jadi Renungan..."
 

Great Morning ©  Copyright by Miracles Maker | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks